PALEMBANG — Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mulai menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan sebagai langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) selama musim kemarau 2026.Operasi ini difokuskan pada wilayah rawan api, khususnya lahan gambut di Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, dan Banyuasin. Tiga daerah itu tercatat memiliki indeks kekeringan tinggi berdasarkan pemantauan BMKG dan satelit KLHK.Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Sumatera, Kemenhut, menyebut OMC dilakukan untuk mempercepat pembentukan awan hujan dan menjaga kelembapan lahan.”Target kami menjaga ketersediaan air di kanal-kanal gambut agar tidak mudah terbakar. Satu titik api di gambut bisa membesar cepat kalau tidak segera ditangani,” ujarnya di Palembang, Selasa 22 Juli 2026.Dalam operasi tahap awal ini Kemenhut mengerahkan 2 pesawat yang melakukan penyemaian garam ke awan potensial hujan. Penerbangan dikoordinasikan bersama BMKG, BPBD Sumsel, dan TNI AU.Pemerintah Provinsi Sumsel juga mengaktifkan posko Karhutla di 17 kabupaten/kota. Patroli darat, patroli udara, dan kanal monitoring satelit ditingkatkan. Masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.Hingga pekan ketiga Juli, satelit mendeteksi 12 titik panas di Sumsel. Angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu, namun kewaspadaan tetap ditingkatkan karena prediksi BMKG curah hujan baru akan normal pada September.Kemenhut meminta perusahaan, petani, dan masyarakat melaporkan segera jika melihat asap atau api. Denda dan sanksi pidana menanti pelaku pembakaran lahan.OMC di Sumsel dijadwalkan berlangsung hingga akhir Agustus dan akan dievaluasi tiap minggu sesuai kondisi cuaca.
Posted inNews
Tekan Titik Api di Lahan Gambut, Kemenhut Gelar Modifikasi Cuaca di Sumatera Selatan

