
BANYUASIN – Harga kelapa di Kabupaten Banyuasin mengalami penurunan tajam dalam beberapa pekan terakhir. Dari sebelumnya Rp5.000 per butir, kini petani hanya bisa menjual dengan harga Rp2.000 per butir.Anjloknya harga ini langsung memukul pendapatan petani kelapa yang menggantungkan hidup dari kebun. Banyak dari mereka mengaku rugi karena biaya perawatan, pupuk, dan tenaga panen jauh lebih tinggi dari harga jual saat ini.”Kami sudah tidak sanggup lagi. Harga Rp2.000 itu tidak nutup biaya. Dulu masih Rp5.000, sekarang terjun bebas,” ujar salah satu petani di Kecamatan Talang Kelapa, Kamis 24 Juli 2026.Para petani dan pedagang pengumpul mengaku sudah mencoba menjual ke berbagai tempat, tapi harga pasaran memang sedang turun. Diduga penyebabnya karena pasokan melimpah sementara daya serap pabrik dan pengepul berkurang.Karena tidak ada kepastian harga, masyarakat kini meminta Gubernur Sumatera Selatan turun tangan. Mereka berharap ada kebijakan stabilisasi harga, bantuan pemasaran, atau kerjasama dengan industri pengolahan kelapa agar harga bisa kembali normal.”Kami minta Pak Gubernur bantu. Kalau dibiarkan terus, kebun kelapa mau diapakan lagi. Mau ditebang rugi, diteruskan juga rugi,” kata warga lainnya.Kelapa merupakan salah satu komoditas andalan Banyuasin. Penurunan harga yang drastis ini dikhawatirkan berdampak pada ekonomi desa dan memicu alih fungsi lahan oleh petani.Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Provinsi Sumsel terkait langkah yang akan diambil.

