PALEMBANG – Wakil Presiden Sriwijaya FC, Mohammad David, memastikan Laskar Wong Kito tetap bertahan di Palembang dan akan mengikuti kompetisi Liga 3 Nusantara musim 2026/2027.
Kepastian itu sekaligus mematahkan isu yang sempat beredar bahwa Sriwijaya FC akan meninggalkan Sumatera Selatan atau bahkan tidak ikut kompetisi musim ini.
“Alhamdulillah bentuk dukungan dari rekan-rekan suporter sangat luar biasa. Mereka sangat menunggu Sriwijaya FC tetap ada di Sumsel. Isu yang berkembang bahwa Sriwijaya FC tidak ada lagi di Palembang, hari ini kita tepis bersama,” ujar Mohammad David, Jumat (24/7/2026).
Sebagai bentuk komitmen dan tanda kebangkitan, manajemen Sriwijaya FC bersama legenda klub Ferry Rotinsulu menggelar aksi “Misi Penyelamatan Sriwijaya FC” di Simpang Lima DPRD Sumsel.
Dalam aksi tersebut, mereka membagikan kaus bertemakan penyelamatan klub kepada masyarakat dan suporter yang hadir.
David menegaskan manajemen tetap berkomitmen menjaga eksistensi Sriwijaya FC sebagai klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan.
“Target kami jelas. Bangkit dari keterpurukan dan kembali menembus kasta yang lebih tinggi. Musim ini fokus di Liga 3, targetnya promosi ke Liga 2. Dalam beberapa musim ke depan, kami ingin Sriwijaya FC kembali ke Liga 1,” jelasnya.
Ia juga berharap kehadiran Ferry Rotinsulu sebagai ikon SFC dapat menjadi daya tarik bagi investor untuk ikut mendukung kebangkitan klub berjuluk Laskar Wong Kito tersebut.
Aksi di Simpang Lima turut dihadiri sejumlah tokoh penting Sriwijaya FC, di antaranya:- *Ferry Rotinsulu* – Legenda Sriwijaya FC- *Rangga Pratama* – Kiper asal Palembang- *Qusoi* – Capo Tifoso Ultras Palembang- *Eddy Ismail* – Ketua Umum Sriwijaya Mania
Dukungan masif dari suporter dan legenda klub ini menjadi modal penting bagi manajemen untuk memulai langkah baru Sriwijaya FC di Liga 3 Nusantara.
Dengan kepastian ini, masyarakat Sumsel akhirnya bisa bernapas lega. Sriwijaya FC tetap di Palembang dan siap berjuang kembali ke puncak sepak bola nasional.

