Sumselaktual – Flyover telah dibuka sebagai simbol baru kemajuan infrastruktur di Sumatera Selatan, menandai langkah besar dalam transformasi kota ini.
Sementara itu, dua proyek flyover baru siap meluncur, menambah jajaran infrastruktur yang mengesankan di wilayah ini.
Sumatera Selatan dengan Ibu Kota Palembang semakin menunjukkan kemajuannya dalam sektor infrastruktur dengan kehadiran flyover megah senilai Rp168 miliar.
Flyover ini memiliki panjang penanganan 660 meter terdiri dari 190 meter (jembatan), 160 meter (oprit sisi Jalan Basuki Rahmad), dan 310 meter (oprit sisi Jalan R.Sukamto).
Pembangunan flyover ini juga memperhatikan aspek beautifikasi ornamen bangunan dengan mengedepankan seni dan budaya lokal sehingga memperindah estetika di Kota Palembang.
Jadi, sangat tidak diherankan jika flyover ini mengundang decak kagum dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Proyek monumental ini tidak hanya bertujuan untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di kawasan strategis Kota Palembang, tetapi juga sebagai upaya pemerintah dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Sumatera Selatan.
Dibangun dengan standar teknologi terkini, flyover ini dilengkapi dengan empat lajur dua arah yang dapat mengakomodasi arus kendaraan dengan lebih lancar.
Menurut Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, proyek ini merupakan bukti nyata komitmen pemerintah dalam memajukan sektor infrastruktur di daerah tersebut.
Dana yang digunakan berasal dari APBN, APBD Provinsi Sumsel, serta Kota Palembang, menunjukkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan
Flyover ini tidak hanya menjadi bagian integral dari transformasi Palembang menuju kota yang lebih modern dan terkoneksi dengan baik, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi proyek-proyek infrastruktur di masa depan.
Dengan demikian, Palembang semakin kokoh sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan kehidupan masyarakat yang lebih baik di Sumatera Selatan.
Tak hanya flyover di Sekip Palembang, infrastruktur transportasi di Sumatera Selatan mengalami perubahan signifikan dengan pembangunan dua flyover baru, yaitu Flyover Gelumbang dan Flyover Bantaian.
Proyek-proyek megah ini tidak hanya bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan di perlintasan sebidang rel kereta api.
Flyover Gelumbang dibangun untuk memperlancar lalu lintas di perlintasan sebidang rel kereta api di Jalan Lintas Palembang-Prabumulih, tepatnya di KM 351.
Dengan panjang 700 meter dan lebar jalur lalu lintas 17,20 meter, proyek ini direncanakan selesai dalam 16 bulan dari Sumber Dana SBSN Tahun Anggaran 2023-2024.
Flyover ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan keamanan di ruas tersebut.
Sementara itu, Flyover Bantaian berada di perlintasan sebidang rel kereta api pada ruas Simpang Belimbing-Batas Kabupaten Muara Enim.
Dengan panjang keseluruhan 650 meter dan bentang utama 50 meter, flyover ini dilengkapi dengan jalan pendekat dari arah Palembang dan Muara Enim masing-masing 300 meter dan 350 meter.
Pembangunan Flyover Bantaian juga mengintegrasikan elemen seni dan budaya lokal untuk memperindah estetika di Kabupaten Muara Enim.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Budiamin, menegaskan bahwa proyek-proyek ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi antrean panjang kendaraan di jam-jam sibuk.
“Setiap 15 menit, kereta api melintas di kedua persimpangan tersebut, yang menyebabkan kemacetan signifikan. Flyover Gelumbang dan Flyover Bantaian diharapkan dapat mengurai kemacetan dan meningkatkan kecepatan dan efisiensi lalu lintas,” ungkap Budiamin.
Dengan dukungan dana dari berbagai sumber, termasuk APBN, APBD Provinsi, dan dana SBSN, proyek-proyek ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur transportasi di Sumatera Selatan, memfasilitasi mobilitas yang lebih lancar bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi regional.


