Waspada:BMKG sebut puncak hujan terjadi 2 bulan. Sumsel diprediksi La Nina.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut semua wilayah di Sumsel telah memasuki musim hujan sejak akhir musim November hingga Januari 2025 ini. Namun, prediksi musim hujan di tahun ini akan berbeda karena akan di pengaruhi oleh Fenomena “La Nina”.

Kepala Stasiun kelas 1 Sumsel, Wadayantolis menjelaskan bahwa Musim hujan 2024/2025 akan diwarnai fenomena La nina yang akan menyebabkan peningkatan curah hujan selama periode musim hujan, umumnya curah hujan meningkat 20% dari biasanya pada fase La nina.

Fenomena La nina adalah fenomena suhu muka laut (SML) di Samudera Pasifik dibagian tengah mengalami pendinginan dibawah kondisi normalnya. Pendinginan SML ini mengurangi potensi pertumbuhan awan di Samudra Pasifik tengah dan meningkatkan kondisi Curah hujan di wilayah indonesia secara umum.

La Nina biasanya di tandai dengan peningkatan curah hujan yang tinggi. Hal tersebut dikarnakan adanya pendinginan suhu yang terjadi di Samudera Pasifik. Dampak yang ditimbulkan La Nina adalah bencana hidrometeorologi seperti hujan extrem yang disertai angin kencang, banjir dan longsor.

Wadayantolis menjelaskan puncak musim hujan 2024/2025 sebagian besar diwilayah Sumatra Selatan mengalami puncak musim hujan pada November 2024 kecuali beberapa wilayah. antara lain, Prabumulih bagian barat, sebagian besar Muara Enim, sebagian Lahat bagian timur, sebagian Pali bagian selatan hingga barat, sebagian kecil Musi Banyuasin bagian selatan, sebagian Musi Rawas bagian timur, sebagian Oku bagian utara hingga barat, Oki bagian barat, sebagian besar oku timur, Oki bagian selatan, Oku bagian selatan dan Oki bagian timur.

“Daerah-daerah ini diperkirakan puncak musim hujan akan terjadi pada bulan Desember 2024” Jelasnya.

Sementara itu, di wilayah banyuasin bagian timur, sebagian besar Palembang, Oki bagian utara, sebagian kecil Ogan Ilir bagian utara, sebagian Pagar Alam, sebagian Lahat bagian barat dan selatan, sebagian kecil Musi Rawas bagian selatan, sebagian kecil Empat Lawang bagian timur, diperkirakan puncak musim hujannya akan terjadi pada bulan januari 2025.

“Kami menghimbau kepada pemerintah daerah, masyarakat dan swasta untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan yang dapat menyebabkan dampat kebencanaan, “Katanya.