23 Oktober 2026
AA2dDHtW

Setelah sukses dengan FIFA Arab Cup dan FIFA ASEAN Cup, organisasi sepak bola dunia tersebut menjajaki kemungkinan membuat turnamen regional serupa.

Wacana ini mencuat dalam rangkaian komitmen pengembangan sepak bola di kawasan Asia Selatan, khususnya setelah kunjungan Presiden FIFA Gianni Infantino ke Bhutan.

Dalam laporan pengembangan terbaru, FIFA menyebut proposal pendanaan hingga USD 25 juta untuk Bhutan melalui program FIFA Forward dan program Solidarity yang akan datang. Salah satu proposal yang tengah dibahas adalah kompetisi regional yang untuk sementara dinamai FIFA Himalaya Cup.

Menurut laporan tersebut, turnamen ini diproyeksikan untuk menciptakan lebih banyak kesempatan bertanding kompetitif bagi negara-negara di kawasan Himalaya. Jika terealisasi, kompetisi ini bisa memberikan kesempatan bagi tim-tim di kawasan tersebut untuk berkompetisi, bertukar pengalaman, dan memperkuat ikatan sepak bola antar negara tetangga.

Konsep ini sejalan dengan strategi FIFA dalam beberapa tahun terakhir yang meluncurkan turnamen regional di bawah bendera FIFA langsung, seperti FIFA ASEAN Cup yang diluncurkan pada KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur dan melibatkan 11 negara ASEAN, serta FIFA Arab Cup yang menjadi model pengembangan di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Hingga kini, FIFA Himalaya Cup masih berstatus proposal yang dieksplorasi. Belum ada pengumuman resmi mengenai format, peserta, maupun jadwal penyelenggaraan. Namun jika disetujui, Bhutan disebut-sebut akan menjadi salah satu pusat pengembangan dengan akademi yang mampu menampung 250 anak laki-laki dan 250 anak perempuan serta empat lapangan latihan sebagai bagian dari investasi tersebut.

Informasi ini dilaporkan saat Presiden FIFA, Gianni Infantino mengunjungi Bhutan pada 19 dan 20 Oktober 2026.