23 Oktober 2026
AA2enp5v

Klasemen Super League 2026/27 mulai memperlihatkan bentuknya setelah pekan keenam. Di papan bawah, terdapat tiga tim yang sedang menghuni zona degradasi. 

Tiga tim tersebut yaitu Isenmulang FC, PSIM Jogja, dan Persijap Jepara. 

Di antara trio zona merah itu, hanya Isenmulang FC yang menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. 

Klub asal Kalimantan Tengah itu mencatatkan satu menang dan satu imbang, yang berarti empat poin, dari dua laga terakhir. 

Performa menanjak itu membawa Isenmulang mengatasi hukuman -2 poin dan kini duduk di peringkat 16 dengan dua poin. 

Situasi lebih buruk menimpa PSIM Jogja dan Persijap Jepara di peringkat 17 dan 18. 

PSIM terakhir kali meraih poin pada pekan pembuka melawan Persita Tangerang dengan skor 1-1 (5/9/2026). 

Baca Juga: Karhutla Masih Membara, Isenmulang Kalteng FC Ingin Main di Yogyakarta tetapi Tak Dapat Izin

Sejak saat itu, pelatih Jean-Paul Van Gastel mencatatkan empat kekalahan beruntun, sehingga dicopot dari posisinya. 

Laga pekan keenam melawan Bhayangkara FC dilakoni Laskar Mataram di bawah caretaker Guntur Cahyo Utomo, dengan menelan kekalahan 1-0.

Saat ini, klub yang dipimpin Liana Tasno terancam degradasi pada musim kedua di Super League. 

PSIM sudah mengoleksi satu poin, Persijap Jepara malah mendekam di dasar klasemen dengan 0 poin. 

Laskar Kalinyamat memiliki skuad lebih minimalis ketimbang musim pertama di Super League. 

Alhasil, pelatih Juan Cortez maupun Mario Lemos tak mampu mengangkat performa tim dalam empat pekan awal. 

Dua pelatih kepala tersebut dipecat masing-masing setelah mengalami dua kekalahan. 

Kini Ambrizal Umanailo dkk sudah menelan dua kekalahan  beruntun di bawah caretaker Antonio Claudio. 

Lebih dari sekadar pelatih baru, Persijap tampak membutuhkan gebrakan di bursa transfer untuk bisa bersaing di kasta tertinggi.